Kuliah jam terakhir di kampus S di kawasan Jakarta Selatan baru saja
berakhir. Jam menunjukkan pukul 18.00 dan hari pun mulai gelap. Vani,
mahasiswi semester 4 fakultas Ekonomi dengan rambut sebahu berwarna
brunette berjalan meninggalkan kampus menuju halte depan kampus.
Sesampainya di halte, Vani merasa agar kurang nyaman. Mata para cowok
penjual rokok dan si timer memelotinya seolah ingin menelanjanginya.
![]() |
| Cerita Sex - Ongkos Antar Vani part 1 |
Tersadarlah
Vani bahwa hari itu dia memakai pakaian yang sangat sexy. T-shirt putih
lengan pendek dengan belahan rendah bertuliskan WANT THESE?, sehingga
tokednya yang berukuran 36C seolah hendak melompat keluar, akibat hari
itu Vani menggunakan BH ukuran 36B (sengaja, biar lebih nongol). Apalagi
kulit Vani memang putih mulus. Di tambah rok jeans mini yang
digunakannya saat itu, mempertontonkan kaki jenjang & paha mulusnya
karena Vani memang cukup tinggi, 173cm.
"Buset, baru sadar gue
kalo hari ini gue pake uniform sexy gue demi ngadepin ujiannya si
Hutabarat, biar dia gak konsen", pikir Vani.
Biasanya Vani bila
naik angkot menggunakan pakaian t-shirt atau kemeja yang lebih tertutup
dan celana panjang jeans, demi menghindari tatapan dan ulah usil
cowok-cowok di jalan. Siang tadi Vani ke kampus datang numpang mobil
temannya, Angel. Tapi si Angel sudah pulang duluan karena kuliahnya
lebih sedikit.
Vani tambah salah tingkah karena cowok-cowok di
halte tersebut mulai agak berani ngliatin belahan tokednya yang nongol
lebih dekat lagi. "Najis, berani amat sih nih cowok-cowok mlototin toked
gw", membatin lagi si Vani. Vani menggunakan bukunya untuk menutupi
dadanya, tapi mereka malah mengalihkan pandangan mesumnya ke pantat Vani
yang memang bulat sekal dan menonjol.
Makin salah tingkahlah si
Vani. Mau balik ke kampus, pasti sudah gelap dan orang sudah pada
pulang. Mau tetap di halte nungguin angkot, gerah suasananya. Apalagi
kalo naik bus yang pasti penuh sesak jam segini, Vani tidak kebayang
tangan-tangan usil yang akan cari-cari kesempatan untuk menjamahi
tubuhnya. Sudah kepikiran untuk naik taxi, tapi uang tidak ada. Jam
segini di kos juga kosong, mau pinjam uang sama siapa bingung. Vani coba
alternatif terakhir dengan menelpon Albert cowoknya atau si Angel atau
Dessy teman2nya yang punya mobil, eh sialnya HP mereka pada off. "Buset,
sial banget sih gue hari ini."
Mulailah celetukan mesum
cowok-cowok di halte dimulai "Neng, susunya mau jatuh tuh, abang
pegangin ya. Kasihan, pasti eneng keberatan hehe". Pias! Memerahlah muka
Vani. Dipelototin si tukang ojek yang berani komentar, eh dianya malah
balas makin pelototin toked si Vani. Makin jengahlah si Vani.
Tiba-tiba
sebuah sedan BMW hitam berhenti tepat di depan Vani. Jendelanya
terbuka, dan nongolah seraut wajah hitam manis berambut cepak sambil
menyeringai, si Ethan. Cowok fakultas Ekonomi satu tahun di atas Vani,
berkulit hitam, tinggi besar, hampir 180cm.
"Van, jualan lo disini? Hehe".Vani membalas
"Sialan lo, gue ga ada tumpangan neh, terpaksa tunggu bus. Than, anter gue ya" pinta Vani.
Vani
sebenarnya enggan ikut bersama si Ethan karena dia terkenal suka main
cewek. Tapi, dilihat dari kondisi sekarang, paling baik memang naik
mobil si Ethan. Tapi si Ethan malah bilang "Wah sory Van, gue harus
pergi jemput nyokap gue. Arahnya beda sama kosan elo". "Than, please
anter gue ya. Ntar gw traktir deh lo" rajuk Vani. Sambil nyengir mesum
Ethan berucap "Wah kalo ada bayarannya sih gue bisa pertimbangin". "Iya
deh, ntar gue bayar" Vani asal ucap, yang penting bisa pergi segera dari
halte tersebut. "Hehe sip" kata Ethan sambil membuka pintu untuk Vani.
Vani masuk ke dalam mobil Ethan, diiringi oleh pandangan sebel para
cowok-cowok di halte yang kehilangan santapan rohani.Mobil Ethan mulai
menembus kemacetan ibu kota.
"Buset dah lo Van, sexy amat hari ini".
Kata
Vani "Gue sengaja pake uniform andalan gue, karena hari ini ada ujian
lisannya si Hutabarat, Akuntasi Biaya. Biar dia ga konsen, n kasi gw
nilai bagus hehe".
"Gila lo, gue biarin bentar lagi, lo udh dient*tin sama tu abang-abang di halte haha" balas Ethan.
"Sial, enak aja lo ngomong Than" maki Vani.
Sambil
mengerling ke Vani, Ethan berucap "Van, bayaran tumpangan ini, bayar
sekarang aja ya". "Eh, gue bawa duit cuma dikit Than. Kapan2 deh gue
bayarin bensin lo" balas Vani. "Sapa yang minta diduitin bensin, Non"
jawab Ethan. "Trus lo mau apa? Traktir makan" tanya Vani bingung. "Ga.
Ga perlu keluar duit kok. Tenang aja" ucap Ethan misterius. Semakin
bingung si Vani. Sambil menggerak-gerakan tangan kirinya si Ethan
berkata "Cukup lo puasin tangan kiri gue ini dengan megangin toked lo.
Nepsong banget gue liatnya". Seringai mesum Ethan menghiasi wajahnya.
Seperti disambar petir Vani kaget dan berteriak "BANGSAT LO THAN. LO
PIKIR GUE CEWE APAAN!!". Pandangan tajam Vani pada wajah Ethan yang
tetap cengar-cengir. "Yah terserah lo. Cuma sekenyot dua kenyot doang.
Apa lo gue turunin disini" kata Ethan. Pada saat itu mereka telah sampai
di daerah yang gelap dan banyak gubuk gelandangan. Vani jelas ogah.
"Bisa makin runyam kalo gue turun disini. Bisa2 gue digangbang" Vani
bergidik sambil melihat sekitarnya. "Ya biarlah si Ethan bisa
seneng-seneng bentar nggranyangi toked gue. Itung-itung amal. Kampret
juga si Ethan ini". Akhirnya Vani ngomong "Ya udah, cuma pegang susu gue
doang kan. Jangan lama-lama" Vani ketus. "Ga kok Van, cuma sampe kos lo
doang" kata Ethan penuh kemenangan. "Sialan, itu sih bisa setengah jam
sendiri. Ya udhlah, biar cepet beres nih urusan sialan" pikir Vani.
BERSAMBUNG .....
tunggu part 2 hanya di http://bokep-hape.blogspot.com/
DOWNLOAD
3GP | MP4MALES DOWNLOAD ? KLIK AJA DISINI

Silahkan tinggalkan komentar disini