Setelah kemarin posting "Cerita Sex - Ongkos Antar Vani part 2" sekarang ane posting cerita sambungannya bos, silahkan dibaca sampai selesai ya, dijamin mantaaaap :D
![]() |
| Cerita Sex - Ongkos Antar Vani part 3 |
Vani dengan patuh menaruh kedua tangannya di jok belakang, dengan
kedua lutut berada di jok depan yang sudah ditidurkan. Posisi yang
sangat merangsang Ethan, demi melihat bongkahan pantat yang bulat, dan
memek tembem yang nongol mesum di bawahnya.
Cepat Ethan melepas
sabuk dan celana panjangnya, lalu meloloskan celana dalamnya. Langsung
saja kontol hitam berurat sepanjang 17cm dan berdiameter 4.5cm itu
melompat tegak mengacung, mengangguk-ngangguk siap untuk bertempur. Vani
yang mendengar suara-suara melepas celana di belakangnya, menengok dan
langsung kaget melihat kontol Ethan sudah teracung dengan gagahnya.
"Buset, gede juga tu kontol, hampir sama dg punya Albert" pikir Vani reflek.
"Eh, lo mo ngontolin gue Than. Enak aja!" teriak Vani dan mencoba untuk membalik badan.
Tapi
Ethan lebih cepat lagi langsung menindih punggung Vani, sehingga Vani
harus bertelekan lagi dengan kedua sikunya ke jok belakang. Ethan
menggerakkan maju mundur pantatnya sehingga kontolnya yang ngaceng,
menggesek-gesek bibir memek Vani. "Sshh...Than...mmhh.. jangan
macem-macem lo ya!" ujar Vani masih berupaya galak, tidak mau dikentot
oleh Ethan.
Kedua tangan Ethan meraih kedua toked besar Vani
yang menggantung dan meremas-remasnya dengan ganas. Sambil menciumi dan
menggigit tengkuk Vani, Ethan berkata "Udah deh, lo ga usah sok ga doyan
kontol gitu. Kan lo yang mau dituntasin. Ini gue tuntasin sekalian
dengan kontol gue. Lebih mantep timbang cuma jari & lidah hehe".
Remasan & pilinan di kedua toket dan serbuan di tengkuk dan telinga
membuat gairah Vani mulai naik lagi. Nafas Vani mulai memburu. Tapi Vani
masih mencoba untuk bertahan. Namun, gesekan kontol yang makin intense
di bibir memek Vani, betul-betul membuat pertahanan Vani makin goyah.
Kepalanya mulai terasa ringan, dan rasa gatal kembali menyerang memeknya
dengan hebat.
"Hmffh...shh...awas lo Than kalo sampe hhemm..
sampe berani masukin kontol lo, lo bakal gue..hmff..gue....OUUHHHHH"
omongan Vani terputus lenguhannya, karena tiba-tiba Ethan mengarahkan
pal-kon nya ke lubang memek Vani yang sudah basah kuyup dan langsung
mendorongnya masuk, hingga kepala kontol Ethan yang besar kaya jamur
merah amblas dalam memek tembem Vani, sehingga ada peju Vani yang
muncrat keluar.
"Hah..hah...shhh...brengsek lo Ethannn. kontol
lo...kontol lo...itu mo masuk ke memek guee..." erang Vani kebingungan,
antara gengsi dan birahi. Ethan diam saja, tapi memajukan lagi pantatnya
sehingga tongkolnya yang besar masuk sekitar 2 cm lagi, tapi kemudian
ditarik perlahan keluar lagi sambil membawa cairan pelumas memek Vani.
Sekarang pantat Ethan maju mundur perlahan, mengocok memiaw Vani tapi
tidak dalam-dalam, hanya dengan pal-konnya aja. Tapi, hal ini malah
membuat Vani blingsatan, keenakan.
"HMFPHH....HEEMMFFHH...SSHH
AAHH...Ethannn kontol lo... kontol lo... ngocokin memek
guee....hhmmmff". Rasa gatal yang mengumpul di memek Vani, serasa
digaruk-garuk dengan enaknya. Vani yang semula tidak mau dikontolin,
jadi kepengen dikocok terus oleh kontol Ethan.
Kata Ethan "Jadi
mau lo gimana? Gue stop neh". Ethan langsung mencabut kontolnya, dan
hanya menggesek-gesekkan di bibir memek Vani. "Ethaan...pleasee.. kentot
gue. Masukin kontol lo ke memek gue. Gue udah ga tahan gatelnya..gue
pengen dikenttooott!!!" rengek Vani sambil menggoyang-goyangkua
pinggulnya, berusaha memundurkan pantatnya agar kontol Ethan yang
dibibir memeknya bisa masuk lagi.
"Hahahaha sudah gue duga, elo
emang lonte horny Van. Dari tampang & body elo aja gue tau, kalo elo
itu haus tongkol" tawa Ethan penuh kemenangan. "Ayo buka paha lebih
lebar lagi" perintah Ethan. Vani langsung menurutinya, membuka pahanya
lebih lebar sehingga memeknya makin terpampang. Ethan tanpa tedeng
aling-aling langsung menusukkan kontolnya kuat-kuat ke memek Vani.
Dan...BLESHH...seluruh tongkol hitam itu ditelan oleh memek montok Vani.
Air peju Vani terciprat keluar akibat tekanan tiba-tiba benda tumpul
besar.
"AUUGGHHHH............!!!" pekik Vani yang kaget dan kesakitan.
"Hehehe
gimana rasa kontol gue Van" kekeh Ethan yang sedang menikmati hangat
dan basahnya memek Vani. Vani masih shock dan agak tersengal-sengal
berusaha menyesuaikan diri dengan benda besar yang sekarang menyesaki
liang memeknya. "Buseet..tebel banget nih kontol, memek gue penuh
banget, keganjel. Mo buka paha lebih lebar lagi udah ga bisa.. mhhmff"
erang Vani dalam hati. Karena Vani diam saja, hanya nafasnya saja yang
terdengar memburu.
Ethan mulai menarik keluar kontolnya sampai
setengahnya, kemudian mendorongnya masuk lagi. Demikian terus menerus
dengan ritme yang tepat. "Hehh..heh...mmm legit banget memek lo Vannn.."
desah Ethan keenakan ngentotin memek Vani yang peret tapi basah itu.
Hanya butuh tiga kocokan, Vani mulai didera rasa konak dan kenikmatan
yang luar biasa. Menjalari seluruh tangan, pundak, tokednya, sampai
selangkangan dan seluruh memeknya. Rasa gatal yang sangat digemari oleh
Vani seperti mengumpul dan menjadi berkali lipat gatalnya di memeke
Vani. Vani sudah tidak mendesah lagi, tapi melenguh dengan hebat. Hilang
sudah gengsi, tinggal rasa konak yang dahsyat.
"UUHHHHH.....UHHH......OUUHHGGGG... ENNAAKKNYAA...".
"OH GODD..memek GUE...memek GUE.."
Vani terbata-bata disela lenguhannya yang memenuhi mobil..
"memek GUE..GATELLL BANGETT....KENTTOOTTT GUE TTHANN...ARGGHH..."
Lenguhan
Vani semakin keras dan omongan vulgar keluar semua dari bibir sexy-nya.
Kepalan tangan Vani menggegam keras, kepalanya menggeleng semakin
cepat, pinggulnya bergerak heboh berusaha menikmati seluruh kontol
Ethan. Ethan pun terbawa napsunya yang sudah diubun-ubun. Tangannya
meremas-remas toked Vani tanpa henti dengan kasarnya, dan Ethan sudah
tidak menciumi pundak & tengkuk Vani, melainkan menggigitnya
meninggalkan bekas-bekas merah. Pantatnya bergerak maju mundur dengan
ritme yang berantakan, cepat lalu perlahan, kemudian cepat lagi, membuat
kontol Ethan mengocok memek Vani seperti kesetanan.
Bunyi pejuh
Vani yang semakin membanjir menambah nafsu mereka berdua semakin
menggila. SLEPP..SLEPP..SLEPP..PLAK..PLAK...suara kontol yang keluar
masuk memek dan benturan pantat Vani dengan pangkal kontol Ethan
terdengar di sela-sela lenguhan Vani & Ethan. Tak sampai 10 menit
Vani merasakan aliran darah seluruh tubuhnya mengalir ke memeknya. Rasa
gatal sepertinya meruncing dan semakin memuncak di tempat-tempat yang
dikocok oleh tongkol Ethan.
"GUEE KELUAARRRR
THANNN......OUUUHHHHHHHHH....AHHHHHHH..." teriak Vani melampiaskan rasa
nikmat yang tiba-tiba meledak dari memeknya. Ethan merasakan semburan
hangat pada tongkolnya dari dalam memek Vani. Karena Ethan tetap
mengocokkan kontolnya, bahkan lebih cepat ketika Vani mencapai
klimaksnya, Vani bukan saja dilanda satu orgasme, melainkan beberapa
orgasme sekaligus bertubi-tubi.
"OAHHH...OHHH....UUUHH..KOK..KOK..
KLUAR TERUSSS NIIIHHH..." erang Vani dalam klimaksnya yang berkali-kali
sekaligus. Hal ini membuat Vani berada dalam kondisi extacy dalam 30
detik lamanya. Badan Vani berkelonjotan, air pejunya muncrat keluar dari
dalam memeknya. "Gilaa..enak bener than... gue sampe keluar
berkali-kali" ujar Vani agak bergetar karena Ethan masih dengan nafsunya
mompain memek Vani. "Hehehe demen banget liat lo keluar kaya gitu Van.
Betul-betul nafsuin. Tapi ini baru setengah jalan. Gue bikin lo lebih
kelonjotan lagi. Gue kentot lo sampai peju lo keluar semua" kata Ethan.
Vani
hanya bisa merutuk dalam hati, karena memang dia merasa keenakan
dientot Ethan dengan cara sekasar itu. Kemudian Ethan membalik tubuh
Vani agar terlentang dan bersandar di jok belakang. Kedua kaki Vani
diangkat dan mengangkang lebar sehingga Ethan bisa dengan jelas melihat
memek Vani yang chubby itu berleleran dengan peju Vani. "Than, udahan
dulu ya. Gue lemes banget" Vani terengah-engah minta time-out. Tapi
bukan Ethan namanya kalo nurutin kemauan si cewek. Bagi Ethan, si cewek
harus digenjot terus sampai betul-betul lemes, baru disitu si cewek
dapat klimaksnya yang paling hebat. Tidak pedulian rengekan Vani, Ethan
langsung mengarahkan kontolnya ke memek Vani yang menganga, dan langsung
BLEESHH..!! Dengan mudahnya memek Vani menelan kontol Ethan.
"Hmmffpp..sshiitt.."
Vani cuma bisa mengumpat perlahan karena tiba-tiba saja (lagi) kontol
Ethan sudah amblas kedalam memeknya. Ethan langsung menggenjot Vani
dengan kecepatan tinggi. SLLEPP...SLEEPP... SLLEPPP...SLEPP.... kontol
Ethan keluar masuk memek Vani dengan cepat. Vani yang sudah lemes dan
kehabisa energy, tiba-tiba mulai merasakan sensasi horny lagi. "Oh
shit..gue kok horny lagi. Lagi-lagi memek gue minta digaruk shhhh.."
mengumpat Vani dalam hati. Ethan yang kini berhadapan dengan Vani, bisa
melihat perubahan mimik muka Vani yang dari lemes dan ogah-ogahan,
menjadi mimik orang keenakan dan horny abis. "Hehehe gue kata juga apa.
Elo memang harus dikentot terus, dasar memek lonte" ujar Ethan sambil
terus memompa memek Vani. Kedua tangan Ethan kini bertelekan di toked
Vani, dan meremasnya seperti meremas balon.
"AAHH...AHH...AHH..EEMMPPHH....EKKHH...."
erang Vani yang merem melek keenakan dientot. Kali ini tidak sampai 5
menit, seluruh otot tubuh Vani sudah mengejang. Kedua tangan Vani
memeluk dan mencakar punggung Ethan kuat-kuat. Lenguhan yang keluar dari
mulut Vani semakin keras.
"HOUUUHH....HOOOHH....UUUGGHHH...ENNAAKKKKK..TERUS SS THANN.... GENJOTTT TERUSS.... GUE AMPIIRR NEEHHH........".
"Woe,
lonte, lo udah mo keluar lagi? Tunggu gue napa" damprat Ethan tapi
tetapi malah mempercepat genjotannya. Tanpa dapat dihalangi lagi, memek
Vani kembali berkedut-kedut keras dan meremas-remas kontol Ethan yang
berada didalamnya. Diiringi pekikan keras, Vani mencapai klimaksnya yang
kesekian.
"AAGGGHHHHHHHHHHHHH....................GUE KLUUAARRR ........".
Vani
merasakan gelombang kenikmatan yang luar biasa itu lagi, dan seluruh
tulangnya serasa diloloskan. "Hhhh.....enak bangetttttt. Lemes banget
gue" membatin si Vani. Melihat Vani yang sudah keluar lagi, kali si
Ethan agak kesal karena dia sebenernya juga sudah hampir keluar. Tapi
kalo si cewek sudah nggak binal lagi, si Ethan merasa kurang puas.
"Sialan, lo Van. Main keluar aja lo. Kalo gitu gue entot diluar aja lo.
Di sini sempit banget".
Maka Ethan langsung membuka pintu mobil,
keluar dan menarik Vani keluar. "Eh..eh.. apa-apaan ni Than. Gue mo
dibawa kemana?" tanya Vani lemes. "Kaki gue lemes banget Than, susah
banget berdiri" tambah Vani. Ethan langsung bopong Vani keluar dari
mobil. Langsung dibawa kedepan mobil. Lantas badan Vani ditenkurapkan di
kap depan BMW-nya.
Posisinya betul-betul merangsang. Pinggang ke
atas tengkuran di kap mobil, dengan kedua tangan terpentang. Kedua kaki
Vani yang lemes menjejak tanah, dibuka lebar-lebar pahanya oleh Ethan.
Vani jengah sekali karena kini dia bugil di tempat terbuka. Siapa saja
bisa melihat mereka. "Than, balik dalam lagi aja yuk" ujar Vani sambil
berupaya berdiri. Tapi dengan kuatnya tangan Ethan menahan punggung Vani
agar tetap tengkurap di kap mobil, sehinggu pantatnya tetap nungging.
"Kan gue udah bilang, gue bakal kentotin lo sampai habis peju lo Van"
ujar Ethan yang nafsunya makin berkobar melihat posisi Vani.
Hawa
dingin malam malah membuat Ethan merasa energinya kembali lagi. Kedua
tangan Ethan meremas bongkahan semok pantat Vani, dan membukanya
sehingga memek Vani yang masih berleleran peju ikut membuka. Ethan
langsung melesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Vani. "AHHHH..."
pekik Vani tertahan.
Kali ini Ethan betul-betul seperti
kesetanan. Tidak ada gigi 1, atau 2, bahkan 3. Langsung ke gigi 4 dan 5.
Genjotan maju mundurnya dilakukannya sangat cepat, dan ketika
menusukkan tongkolnya dilakukan dengan penuh tenaga. PLAK PLAK PLAK PLAK
PLAK..bunyi pantat Vani yang beradu dengan badan Ethan semakin keras
terdengar. "GILAA...ENAKKK BANGET NIH memekKK....." Ethan mengerang
keenakan.
Tangannya mencengkram pantat Vani kuat-kuat, dan
kepala Ethan mendongak ke atas, keenakan. Vani yang mula-mula kesakitan,
mulai terangsang lagi. Entah karena kocokan Ethan, atau karena sensasi
ngentot di areal terbuka seperti ini. Perasaan seperti dilihat orang,
membuat memek Vani berkedut-kedut dan gatel lagi. Maka lenguhannya pun
kembali terdengar.
"OUUHHH....HHHMMFFPPPPP....OHHH..UOOHH...ENAK..ENA K..ENAAKKK...." Vani meceracau.
Mendengar
lenguhan Vani, Ethan tambah nafsu lagi "Ooo.. lo demen ya dikentot
kasar gini ya Van..Gue tambahin lagi kalo gitu" kata Ethan dengan nafas
memburu. Jari-jari Ethan tetap mencengkram bongkahan montok pantat Vani,
tapi bedanya kedua jari jempolnya dilesakkan kedalam lubang pantatnya.
Dan digerakkan berputar-putar didalamnya. Lubang pantat Vani adalah juga
merupakan titik sensitif bagi Vani, sehingga mendatangkan sensasi baru
lagi. Apalagi 2 jari jempol yang langsung mengobok-oboknya. Vani makin
blingsatan dan makin heboh lenguhannya.
"GILAA LO THAN...UUHHHHHH.. UHH..UHH.. OUUUUUUHHHHHHH.....!
Vani
sudah tidak bisa berkata-kata lagi, cuma lenguhan yang kluar dari
mulutnya. Ethan tidak sadar bahwa setelah hampir 10 menit mengocok Vani
dari belakang, Vani sudah dua kali keluar lagi. Vani yang sudah agak
lewat sensasi orgasmenya, mulai menyadari bahwa gerakan Ethan mulai
tidak beraturan dan tongkolnya jadi membesar. "Oh shit, Ethan mo keluar.
Pasti dia pengen nyemprot dalam memek gue. Harus gue cegah" pikir Vani
panik. Tapi, pikiran tinggal pikiran. Badan Vani tidak mau diajak kerja
sama. Mulutnya meneriakkan "THAAN, JANGAN NGECRET
DIDALLAMM....PLEASEE!!!". Tapi Ethan yang memang sudah berniat
menyemprotkan pejunya dalam memek Vani, malah semakin semakin semangat
menggenjot dalam-dalam memek Vani. Vani sendiri karena memeknya semakin
disesaki oleh kontol Ethan yang membesar karena hendak ngecret, jadi
terangsang lagi dan langsung hendak ngecret juga.
Maka, ketika
Ethan mencapai klimaksnya, tangannya mencengkram pantat Vani kuat-kuat,
dan kontolnya ditekan dalam-dalam dalam memek Vani, Ethan meraung keras.
"HMMUUUUAHHHHH....AAHHHH" cairan peju hangat Ethan menyemprot
berkali-kali dalam liang memek Vani. Vani pun bereteriak keras "
OUUUAAHHHH....GUE KELUARRRRR...." dan pejunya pun ikut muncrat lagi.
Kedua
mahluk lain jenis itu berkelonjotan menikmati setiap tetes peju yang
mereka keluarkan. Cairan peju Ethan dan Vani berleleran keluar dari
sela-sela jepitan kontol & memek Vani. Banyak sekali cairan yang
keluar meleleh dari memek Vani turun ke pahanya.
Ethan puas
sekali bisa menembakkan pejunya dalam memek cewek sesexy Vani. Apalagi
si Vani ikutan keluar juga. "Komplet dah" pikir Ethan. Karena lemas,
Ethan ikut tengkurap, menindih tubuh Vani di atas kap mobil. kontolnya
yang mulai mengecil, masih dibiarkan di dalam memek Vani. Sedang Vani
sendiri, masih memejamkan mata menikmati setiap sensasi extasy
kenikmatan orgasme yang masih menjalarinya seluruh tubuhnya. Belum
pernah ia ngentot sampai keluar lebih dari 4 kali seperti ini. Apalagi
sebelumnya dia sempat menolak. Rasa tengsin dan malu mulai menjalar
lagi, setelah gelombang kenikmatan orgasmenya memudar.
Ethan
yang masih menindihnya berkata "Hehehe enak kan. Gue demen banget
ngentot sama lo Van. Betul-betul binal & liar. Memek lo ga ada
matinya, nyemprot peju mulu" kata Ethan seenaknya. Vani cuma bisa diam
dan ngedumel dalam hati. "Udah, bangun lo. Anter gue pulang sekarang.
Berlebih banget nih gue bayarnya" ujar Vani ketus. "Heheh ok..ok gue
udah dapet apa yang gue mau. Sekarang gue anter lo pulang" balas Ethan.
Ethan
pun bangun dari punggung Vani dan beranjak ke pintu mobil dan mulai
memakai pakaian dan celananya. Tapi kemudian dia heran, kok si Vani
masih tengkurapan aja di kap mobil. "Hei, katanya mo pulang. Kok masih
tengkurapan aja" tanya Ethan. Vani tidak menjawab, hanya terdenger
dengusan nafas saja. Ketika Ethan menghampiri, terlihatlah betapa
merahnya muka Vani, karena menahan malu. "Than, bantuin gue bangun dong.
Kaki gue lemes banget. Selangkangan gue rasanya kaya masih ada yang
ngganjel" ujar Vani malu-malu. "Hahaha...KO juga lo ya, cewe paling
bahenol di kampus" tawa Ethan membahana. Bertambahlah merahlah muka si
Vani. Ketika mau bopong Vani, tiba-tiba pikiran mesum Ethan keluar lagi.
Dikeluarkanlah HP-nya yang berkamera. Ethan ambil beberapa shot posisi
Vani yang mesum banget itu plus dua close up memek Vani yang berleleran
peju.
Karena Vani memejamkan mata untuk mengatur nafas, dia
tidak sadar akan tindakan Ethan. Akhirnya Ethan kasihan juga, tubuh Vani
dibopong masuk kedalam mobil. Bahkan dibantuin memakai pakaian dan
roknya lagi. Tapi ketika Vani meminta panty-nya, Ethan berkata "Ini buat
gue aja. Kenang-kenangan. Lo ga usah pake aja. Memek lo butuh udara
segar kelihatannya, habis tadi gue sumpalin pake kontol gue terus".
"Sial lo Than. Ya udah, ambil dah sana" ketus Vani.
Vani
langsung tertidur di kursi mobil. Baru terbagun ketika mobil Ethan sudah
sampai di depan pagar kos-kosan Vani. "Lo bisa jalan ga Van? Kalo masih
lemes, gue papah deh masuk ke kamar lo. Itung-itung ucapan terima kasih
sudah mau ngentot ama gue malam ini hehe" kata Ethan nakal. Vani tidak
bisa menolak tawaran itu, karena memang dia masih merasa lemas dikedua
kakinya. Maka Ethan pun memapah Vani berjalan menuju kosnya.
Kamar
Vani ada di lantai 2. Kamar-kamar di lantai 1 sudah pada tertutup
semua. Tidak ada penghuninya yang nongkrong di luar. Diam-diam Vani
merasa lega. Apa kata orang kalo dia pulang dipapah seperti ini. Kalo ga
dibilang lagi mabok, bisa dibilang yang enggak-enggak lainnya. Tapi
sialnya, ketika dilantai 2 mereka berpapasan dengan si Mirna yang baru
dari kamar mandi. Mirna yang selama ini jealous dengan kesexy-an Vani,
perhatiin Vani dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Tiba-tiba si
Mirna ketawa sinis "Napa lo Van". "Sedikit mabok Mir" jawab Vani
sekenanya. "Mabok apa lo? Mabok peju kelihatannya" kata Mirna nyelekit
sambil mandangi paha Vani. Reflek Vani nengok kebawah, betapa kagetnya
Vani, karena dia baru sadar tadi belum bersihin leleran peju Ethan dan
pejunya sendiri. Lelehan peju mengalir dari dalam memek Vani, sampai
lututnya. Cukup banyak, sehingga kelihatan jelas.
PIASS! Muka Vani langsung memerah. Vani langsung berpaling, sedang Mirna terkekeh senang.
"Kalo
elo kelihatannya malah kekurangan peju neh. Mana ada cowo yang ikhlas
kasi pejunya ke cewe kerempeng kayo elo?" tiba-tiba Ethan nyeletuk
pedes. Muka Mirna berubah dari merah, kuning sampai jadi ungu.
"Heh, gue juga punya cowok yang mau ngentot sama gue tanpa gue minta" balas Mirna ketus.
"Nah,
berarti kan lo bedua sama, sama-sama butuh kontol & pejunya. Napa
saling hina. Urus aja urusan lo masing-masing, dan kenikmatan lo
masing-masing. Ga usah saling sindir" tandas Ethan.
Mirna
langsung terdiam, dan ngloyor masuk dalam kamarnya. Vani sedikit
terkejut, ga nyangka kalo si bejat Ethan bisa ngomong cerdas seperti
itu. Betul-betul penyelamatnya. Setelah ditidurkan di ranjangnya Ethan
pamit "Gue cao dulu ya Van. Thanks buat malam ini. Betul-betul sex yang
hebat. Baru kali ini gue ngrasain. Kalo lo pengen, call gue aja ya.
kontoll gue selalu siap melayani hehe". "Enak aja. Ini pertama dan
terakhir Than. Kapok gue naik mobil lo" balas Vani pedas.
Ethan
cuma tertawa saja, lalu berbalik menutup pintu dan pergi. Sebenarnya
Vani merasakan hal yang sama dengan Ethan, betul-betul sex yang luar
biasa malam ini. Vani ragu-ragu, bila Ethan ngajak lagi, emang dia bakal
langsung nolak. Kok ga yakin ya? Sialan maki Vani pada diri sendiri.
Sekarang gue butuh tidur. Dalam sekejap Vani langsung terlelap, tanpa
berganti pakaian.
TAMAT
DOWNLOAD
3GP | MP4MALES DOWNLOAD ? KLIK AJA DISINI

Silahkan tinggalkan komentar disini